Selamat Datang Di BLOG Media Berita Online dari Kota Malang. Selengkapnya baca di www.malangnews.com
Showing posts with label Percaya Atau Tidak. Show all posts
Showing posts with label Percaya Atau Tidak. Show all posts

Sunday, April 18, 2010

Percaya Atau Tidak : Menikah Online

Pasangan mempelai asal Inggris dan Australia, mengikat janji suci lewat internet. Debu vulkanik yang melumpuhkan penerbangan Eropa, membuat mereka terdampar di Dubai. Sementara, para undangan dan pendeta menunggu di London.
Sean Murtagh (24) asal West London, Inggris, dan Natalie (30) dari Brisbane, Australia, sudah menikah di Brisbane, tiga minggu lalu. Kini, mereka hendak mengulang proses pernikahan mereka di Ealing, West London, di hadapan para keluarga dan sahabat Murtagh.
Namun sayang, perjalanan mereka menuju Inggris terganggu bencana debu vulkanik yang mengganggu seluruh penerbangan ke Eropa. Pada Kamis (15/4), mereka baru berhasil mencapai Dubai.
Padahal, pesta pernikahan sudah disiapkan di London. Untuknya, para pegawai hotel airport tempat mereka menginap, mau membantu. Mereka menyiapkan berbagai peralatan, agar pasangan pengantin ini bisa mengucapkan janji suci di hadapan pendeta, namun lewat internet.

Friday, April 16, 2010

Hujan Abu di Eropa

Kepulan asap yang disertai hujan abu hasil ledakan gunung di Islandia telah meneror sebagian langit Eropa. Sejumlah negara di Eropa bagian barat untuk sementara waktu membatalkan banyak jadwal penerbangan komersil, Kamis 15 April 2010.
Asap dan hujan abu itu berasal dari ledakan gunung di kawasan gletser Eyjafjallajokull, Islandia, Rabu 14 April 2010. Gunung itu telah meletus dua kali dalam sebulan terakhir. Dalam jangka waktu 24 jam, asap letusan mengarah ke timur Islandia, menuju Inggris dan dataran Eropa........

Thursday, April 15, 2010

Percaya Atau Tidak : Meteor Sudah Mulai Berjatuhan

Penduduk di wilayah Milwaukee, negara bagian Iowa, Amerika Serikat, mengatakan melihat bola api yang sedang jatuh, melesat dari angkasa, pada hari Rabu malang, kemarin. Laporan tentang bola api yang melayang di angkasa mulai masuk ke lembaga penegak hukum serta kantor Dinas Cuaca Nasional dari Milwaukee ke St Louis di CT sekitar 10 malam (ET 11 malam). Penampakan dilaporkan di Wisconsin, Iowa, Illinois dan Missouri."Sebuah meteorit besar bisa menyebabkan bola api ," kata Dinas Cuaca Nasional kantor Milwaukee dalam pernyataannya. Di Iowa, para pejabat melaporkan ledakan sonik berkepanjangan terkait. University of Wisconsin di Madison memproduksi sebuah video yang menunjukkan selang waktu meteor itu jatuh.Pemburu meteor mencoba untuk mencari tempat pendaratan benda. David Lembar, seorang ahli meteorologi di kantor layanan cuaca di Davenport, Iowa, diperkirakan bahwa meteor itu sekitar 24.000 meter di atas Bumi saat melintas di Kota Quad.

Percaya Atau Tidak : Malam Ini Hujan Meteor

Hujan meteor Lyrids akan turun mulai malam ini hingga 26 April 2010. Fenomena tahunan itu bisa disaksikan di seluruh Indonesia selepas tengah malam.
Menurut peneliti utama astronomi dan astrofisika di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, masa puncak hujan meteor terjadi pada 21-22 April. Saat itu, diperkirakan ada 10-20 meteor yang muncul setiap jam.
"Biasanya pada saat-saat tertentu terjadi lonjakan meteor, tapi tahun ini normal," katanya, Kamis (15/4/2010). Meteor dari komet Tatcher tersebut mulai diketahui astronom sejak 2600 tahun lalu.

Monday, April 12, 2010

Percaya Atau Tidak : Tuyul Pencuri Uang Ditangkap

 Dua hari lalu, warga pemukiman padat Menteng Jaya digemparkan peristiwa penangkapan makhluk gaib yang kerap disebut si pencuri uang, tuyul. Penangkapan tuyul dilakukan seorang Kyai beserta sejumlah warga.
"Soalnya warga banyak yang melapor sering kehilangan uang," kata Maemunah (45 tahun), warga di Jalan Menteng Jaya, RW 08, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 12 April 2010.
Tidak tanggung-tanggung, tuyul yang 'dibekuk' bukan satu atau dua. Tapi ada lima. Kelima tuyul itu ditangkap karena dianggap telah meresahkan warga selama setahun terakhir ini.

Wednesday, April 7, 2010

Percaya Atau Tidak, Update Status di FB, Rumah Dibobol Maling



Bagi Anda yang aktif berinteraksi di situs jejaring sosial, ada baiknya untuk berhati-hati. Kalau tidak, kejadian seperti yang menimpa Keri McMullen bisa terjadi pada Anda.

Keri McMullen, pengguna asal Indiana, Amerika Serikat memasang status “Going to the Hill with Kurt to see Fire Department” di Facebook. The Hill merupakan sebuah bar bernama Phoenix Hill di Indiana, adapun Fire Department merupakan nama band yang akan tampil di sana.

Sialnya, ketika ia kembali dari pertunjukan musik, rumahnya telah dirampok dan barang berharga senilai 10 ribu dolar AS digondol maling. Untungnya, Keri memasang kamera pengawas untuk memantau situasi rumah. Pasalnya, beberapa hari sebelumnya, rumah tersebut diumumkan untuk dijual dan banyak orang yang sudah datang melihat-lihat.

Monday, April 5, 2010

Danau Terluas Jadi Gurun Pasir


















Dulu, Aral dipandang sebagai danau keempat terbesar di dunia. Namun, danau yang biasa disebut Laut Aral itu tengah terancam menjadi gurun karena jumlah air kian minim.

Pemandangan yang memprihatinkan itu disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon, Minggu 4 April 2010. Saat itu, Ban mengunjungi Uzbekistan.

Ban menilai bahwa kekeringan yang terjadi di Laut Aral, yang terletak di Asia Tengah, merupakan salah satu bencana lingkungan terburuk di Bumi.

Maka, mantan menteri luar negeri Korea Selatan itu juga mendesak agar para pemimpin negara di Asia Tengah melakukan upaya untuk mengatasi persoalan di Laut Aral, yang terletak antara Kazakhstan di utara dan Uzbekistan di selatan tersebut.

Pernah dinobatkan sebagai danau terbesar keempat di dunia, kapasitas air di wilayah yang umum disebut Laut Aral itu telah menyusut 90 persen.


Pasalnya, sungai-sungai yang mengalir ke Laut Aral sebagian besar dialihkan ke sebuah proyek Uni Soviet di masa Perang Dingin untuk mendongkrak produksi kapas di daerah gersang tersebut.

Danau yang makin menyusut ini menyebabkan ekonomi yang bergantung pada perikanan bangkrut dan membuat kapal-kapal penangkap ikan terdampar di tanah kosong berpasir.

Penguapan air menimbulkan lapisan-lapisan pasir bergaram yang bisa dibawa terbang oleh angin hingga mencapai Skandinavia dan Jepang, serta menimbulkan masalah kesehatan pada warga setempat.

Ban meninjau Laut Aral dengan menggunakan helikopter. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Ban ke lima negara pecahan Soviet di Asia Tengah.

Ban juga berkunjung ke Muynak, Uzbekistan, sebuah kota di tepi pantai di mana sebuah dermaga membentang di antara gurun, dan hewan unta berdiri di dekat rongsokan badan kapal yang terdampar.

"Di dermaga itu, saya tidak bisa melihat apapun, saya cuma bisa melihat kuburan kapal," kata Ban pada para wartawan setelah tiba di Nukus, kota terdekat dan ibukota wilayah otonomi Karakalpak di Uzbekistan.


"Jelas ini merupakan salah satu bencana terburuk, bencana lingkungan di dunia. Saya sangat terkejut," lanjut Ban.

Bencana kekeringan Laut Aral merupakan salah satu persoalan utama yang diperhatikan Ban dalam kunjungan enam hari ke wilayah Asia Tengah tersebut. Dia meminta semua pemimpin negara menyingkirkan permusuhan dan persaingan, dan bekerja sama memperbaiki kerusakan ini.

"Saya mendesak semua pemimpin untuk duduk bersama dan mencoba mencari solusi," katanya sambil menjanjikan dukungan dari PBB.

Manusia Berasal dari Kera?



Teori evolusi menyebutkan bahwa nenek moyang manusia adalah kera. Namun, seperti apa perubahan dari kera menjadi manusia jadi pertanyaan besar.

Kini misteri itu terjawab. Ditemukan sebuah fosil kerangka anak kecil berusia sekitar dua juta tahun yang diyakini sebagai spesies baru hominid -- gabungan primata dan manusia. Hebatnya, fosil itu relatif utuh, bukan hanya bagian-bagian tulang atau gigi.

Para ilmuwan yakin, kerangka tersebut adalah tipe nenek moyang manusia yang belum diketahui sebelumnya --yang memasuki tahapan lanjutan manusia kera menjadi manusia, atau disebut juga Homo habilis.

Ahli yang meneliti kerangka itu mengatakan, karakteristik Homo habilis, yang muncul 2,5 juta tahun lalu adalah tahapan kunci dalam evolusi manusia. Penemuan ini diharapkan bisa mengisi kekosongan dalam sejarah evolusi manusia.

Fosil hominid yang ditemukan sebelumnya hanya berupa fragmen tulang, sehingga penemuan kerangka yang nyaris utuh memungkinkan para ilmuwan menjawab pertanyaan kunci mengenai seperti apa bentuk nenek moyang manusia -- ketika mereka mulai berjalan tegak menggunakan dua kaki.

Kerangka tersebut ditemukan Profesor Lee Berger, dari Universitas Witwatersrand, ketika mengeksplorasi sebuah gua di Sterkfontein, wilayah Afrika Selatan, dekat Johannesburg. Gua yang mengandung kapur itu diyakini faktor penting yang menjaga keutuhan kerangka.

Penemuan ini sangat signifikan, sampai-sampai Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma mengundang beberapa ahli universitas untuk melihat fosil itu secara langsung. Kampanye lewat media dan dokumenter televisi juga sedang dipersiapkan.

Professor Phillip Tobias, satu dari tiga ahli yang kali pertama mengidentifikasi Homo habisis pada 1964 mengatakan, penemuan tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.

"Penemuan sebuah kerangka, alih-alih hanya gigi atau tulang lengan, adalah hal yang sangat jarang," kata dia, seperti dimuat laman The Age, Senin 5 April 2010.

Sementara, Dr Simon Underdown, ahli evolusi manusia dari Universitas Oxford Brookes mengatakan penemuan baru ini membantu para ilmuwan lebih memahami pohon evolusi.

"Penemuan seperti ini membuat kita makin memahami nenek moyang kita di masa-masa mereka berkembang menjadi manusia untuk kali pertamanya," kata dia.

Penemuan ini adalah yang paling penting dan signifikan sejak penemuan fosil utuh berusia 3,3 juta tahun yang diberi nama Australopithicus, atau yang juga dikenal dengan julukan 'kaki kecil' pada 1994.

Penemuan besar lainnya adalah tengkorak utuh dari 2,15 juta tahun lalu berjenis Australopithecus africanus, yang dijuluki 'Nyonya Ples', pada tahun 1947.
Related Posts with Thumbnails
Get This 4 Column Template Here
Get More Templates Here