Friday, August 26, 2011
Aremania Desak PSSI Selesaikan Masalah Dualisme Arema
Saturday, April 17, 2010
Piala Indonesia : Arema - Deltras 1 - 0
Satu satunya gol Arema di dari titik putih, oleh Noah Along Alamsyah, setelah pemain tersebut dijatuhkan dikotak terlarang. Tidak menyiakan kesempatan, pemain asal Singapura tersebut mengecoh penjaga gawang Deltras Sidoarjo.
Pertandingan Grup E lainnya, Persijap harus kalah untuk kedua kalinya melawan PSMP Mojokerto. Dengan perhitungan ini, langkah Arema Indonesia akan mudah untuk maju ke babak selanjutnya. Meski menurunkan tim lapis kedua, Arema masih mampu memenangkan pertandingan kali ini.
Piala Indonesia. Persijap Diujung Tanduk
Persijap sebelumnya harus mengakui keunggulan Arema Indonesia. Dalam duel yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, 15 April 2010, Persijap menyerah 0-3.
Piala Indonesia : Persib Bandung - Persitara 4 - 1
Bertanding di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Persib sudah memimpin lewat gol Christian 'El Loco' Gonzales saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Striker asal Paraguay itu menggandakan keunggulan Maung Bandung lewat golnya pada menit ke-30.
Di babak kedua, tim Divisi Utama Persita sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Abdul Rahman pada menit ke-47. Namun El Loco kembali memperlebar jarak sekaligus mencetak hattrick pada duel ini lewat golnya pada menit ke-63.
Friday, April 16, 2010
Piala Indonesia : Persela - Persija 0 - 0
skor kaca mata 0-0.
Tampil sebagai tim tamu, Persija sebenarnya mampu mendominasi jalannya pertandingan. Sayang penampilan gemilang kiper Persela, Choirul Huda menjadi benteng tangguh yang tak sanggup ditembus oleh Bambang Pamungkas cs hingga laga usai.
Setelah sempat tertekan di babak pertama, Persela mencoba bermain lebih agresif di awal babak kedua....
Thursday, April 15, 2010
Piala Indonesia : Arema - Persijap 3 - 0
Arema menaklukkan Persijap Jepara 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Kamis sore 15 April 2010. Singo Edan sudah unggul 2-0 di babak pertama.
Gol Singo Edan dibuka oleh pemain asingnya, Roman Chmelo di menit 36. Disusul oleh penyerang Dendi Santoso di menit 43.
Persijap dan Arema bergantian menyerang di babak kedua. Sayangnya, kubu Laskar Kalinyamat tak bisa mencetak gol. Justru kubu tuan rumah yang menambah gol lewat Roni Firmansyah di menit 90.
Wednesday, April 14, 2010
Memalukan, Persipura Dihajar 8 - 0 oleh Wakil Korea
Bertanding di Jeonju World Cup Stadium dalam lanjutan penyisihan Grup F, Persipura sudah kebobolan tiga gol di babak pertama. Masing-masing dicetak oleh Enio Oliveira Junior (12'), Sim Wooyeon (30'), dan penalti Lee Dong Gook.
Di babak kedua, Persipura yang sudah masuk kotak justru kebobolan lebih besar lagi. Setidaknya lima gol tambahan kembali bersarang ke gawang juara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 itu.
Enio yang telah mengantongi satu gol di babak pertama kembali mencetak gol di menit ke-56.
Liga Indonesia : Persebaya Vs Persitara, 3 - 2
Tuan rumah sebenarnya sempat kesulitan menghadapi tamunya, Persitara di babak pertama, namun akhirnya Persebaya bisa unggul cepat di awal babak kedua.
Pada babak pertama, Persebaya tertinggal terlebih dahulu lewat gol yang dilesakkan Tantan pada menit ke-11.
Memasuki turun minum, tuan rumah akhirnya dapat menyamakan kedudukan lewat gol Andi Odank pada menit ke-45.
Babak kedua baru berjalan lima menit, tuan rumah akhirnya unggul lewat sepakan Patricio 'Pato' Morales. Gol kedua Persebaya dilesakkan oleh Patricio Morales pada menit ke-50. Patricio sukses mengecoh kiper Hisanori Takada setelah menerima umpan silang dari Supriyono dari sisi kanan lapangan.
Sunday, April 4, 2010
Persela Ungguli Persib 1 - 0

Persela Lamongan berhasil mempertahankan kemenangannya di babak pertama atas Persib Bandung. Alhasil, poin penuh diraih Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu malam 4 April 2010.
Kemenangan 1-0 Persela atas Persib sangat berarti guna mempertahankan eksistensi di Liga Super Indonesia (ISL) musim 2009/2010. Gol Laskar Joko Tingkir dilesakkan kapten Fabiano Rosa Beltrame di menit 42.
Seperti halnya di awal babak pertama, Persib mengambil inisiatif menekan Persela sejak awal babak kedua. Tapi, tampaknya para pemain Maung Bandung mulai frustrasi melakukan penetrasi ke kotak penalti Persela.
Alhasil, skuat Jaya Hartono mulai banyak melakukan tendangan dari luar kotak penalti. Dimulai tendangan spekulasi Atep di menit 49 yang masih menyamping kanan gawang kiper Persela, Khoirul Huda. Semenit kemudian, tendangan keras Hariono dari luar kotak penalti masih bisa ditangkap Huda.
Peluang emas Persib lewat Christian 'EL Loco' Gonzales di menit 52 gagal karena tendangannya melambung. Padahal, El Loco tinggal berhadapan dengan kiper.
Ulah tak terpuji dilakukan bek Persib, Christian Rene Martines di menit 56. Ia menyikut muka striker Persela, Samsul Arif saat terjadi perebutan bola di sisi kiri pertahanan Persib. Anehnya, wasit tak memberinya kartu kuning.
Semenit kemudian, Persela menarik salah satu bintangnya, Leonardo Martin Zada yang tampak tampil tak fit. Zada digantikan oleh Amsar Reza.
Persib juga ingin menggencarkan tekanan kepada Persela dengan menarik bek Maman Abdulrahman pada menit 66. Penyerang Cucu Hidayat masuk, dan Persib hanya memasang dua pemain bertahan.
Sebaliknya, sakit di kaki penyerang Franco Hitta memaksa pelatih Persela, Joko Susilo menariknya keluar di menit 71. Hitta diganti oleh striker veteran Kurniawan Dwi Julianto.
Tim pelatih Persela juga melihat bahwa striker Samsul Arif telah kepayahan. Samsul ditarik untuk digantikan penyerang asal Jepang, Tomoaki Komarida di menit 80.
Sampai peluit panjang wasit Najamudin Aspiran berbunyi, hasil 1-0 untuk Persela bertahan. Dengan hasil ini, Persela meraih 35 poin dari 26 laga. Persela naik ke posisi 10 klasemen sementara ISL.
Sedangkan Persib meraih 43 poin dari 26 laga. Maung Bandung tertahan di posisi 4 klasemen ISL.
SUSUNAN PEMAIN
PERSELA (3-5-2): Khoirul Huda; FX Yanuar, Fabiano Beltrame, Khomad Suharto; Jimmy Suparno, Leonardo Zada (Amsar Reza 57'), Gangga Mudana, Taufiq Kasrun, Tommy Rifka; Franco Hitta (Kurniawan Dwi Julianto 71'), Samsul Arif (Tomoaki Komarida 80')
PERSIB (3-5-2): Markus Horison; Maman Abdulrahman (Cucu Hidayat 66'), Christian Rene, Nova Arianto; Hariono, Gilang Angga, Eka Ramdani, Satoshi Otomo, Atep; Christian Gonzales, Airlangga Sucipto (Munadi 84')
Wasit: Najamudin Aspiran
Kartu kuning: Nova Arianto 41', Maman Abdulrahman 48'
sumber : viva
Malangnya Persitara di Kota Malang

Setelah di hajar oleh Arema di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen Malang, kini Persitara Jakarta Utara mengalami nasib malangnya yang kedua, dihabisi tanpa gol 3 - 0 oleh Persema Malang.
Persema Malang memastikan poin tiga setelah menekuk Persitara Jakarta Utara 3-0, Minggu 4 April 2010. Dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL) 2009-2010 di Stadion Gajayana, Persema sudah unggul satu gol sejak babak pertama.
Masuk menit pertama babak kedua, Persema langsung menghentak dengan gol Jaya Teguh. Striker tuan rumah itu menyundul bola hasil umpan Siswanto dari sisi kiri pertahanan Persitara.
Si kulit bundar akhirnya bersarang di pojok kanan bawah jala tim tamu dan menjadi gol keduanya dalam pertandingan itu.
Masuk menit 50, Persema kembali merayakan gol ketiga lewat Jairon. Striker berkepala plontos itu memanfaatkan kemelut di depan jala Persitara dan memasukkan bola muntah dari kiper Takada. Dengan sedikit sontekan saja, Persema sudah mendapat gol ketiganya sore itu.
Jairon bahkan nyaris saja menambah golnya di menit 55. Namun kali ini peluangnya dari tepat di depan jala Persitara masih bisa diamankan kiper Takada.
Laskar si Pitung -julukan Persitara- bukannya tanpa usaha mengejar ketertinggalan. Melalui Prince Kabir Bello, Persitara menciptakan beberapa peluang di babak kedua. Namun ketatnya penjagaan Persema dibarengi kurang tenangnya Bello menggagalkan usaha itu.
Laskar Ken Arok -julukan Persema- juga tidak puas dengan tiga gol itu. Bertubi-tubi serangan tuan rumah mendarat di pertahanan Persitara. Bahkan Persema tidak nampak terlalu berkonsentrasi pada lini belakangnya dan fokus pada penyerangan.
Sedangkan Persitara hanya sesekali menciptakan peluang. Salah satunya di menit 87 saat Diego Mendieta sudah membawa bola di depan gawang Persema. Namun sama seperti peluang sebelumnya, bola masih gagal bersarang di jala tuan rumah.
Hingga peluit panjang, tak ada lagi gol yang tercipta. Skor akhir tetap 3-0 untuk keunggulan Laskar Ken Arok. Atas hasil ini Persema naik ke peringkat enam klasemen sementara, menggeser Persiwa Wamena, dengan koleksi 41 poin.
Malang buat Persitara karena ini adalah kekalahan ke-17 di musim 2009-2010. Akibatnya, Laskar Si Pitung masih tertahan di dasar klasemen sebagai juru kunci dengan 20 poin.
Skuad Persema vs Persitara
Persema: Komang; Seme, Robi, Pitono (Munhar'78), M.Kasan; Bima Sakti; Kamri, Sutaji,Jaenal; Jairon, Jaya Teguh.
Persitara: Takada; Kim Yono, Ledi (Sugihadi'45), Dedy M (A.Rahman'80), Supriyadi; Amarzukih, Suwita, Jatmiko; Bello, Deigo,
Maniani
Protes Wasit, Dikeroyok Ramai Ramai

Liga Super Indonesia, kembali diwarnai aksi keribuatn dan memalukan, sebelumnya suporter Persebaya, bonekmania mengamuk dengan melempari pemain Persebaya sendiri dan wasit, kini kericuhan terjadi di Wamena. Saat itu pertandingan antara tuan rumah, Persiwa melawan Persisam Samarinda.
Persisam mendapat perlakukan yang tidak mengenakkan di kandang Persiwa, Stadion Pendidikan, Wamena, Sabtu, 3 April 2010. Duel yang berakhir dengan kemenangan tuan rumah 1-0 ini diwarnai pengeroyokan terhadap tim tamu.
Menurut Manajer Tim Persisam, Agus Coeng, insiden ini terjadi pada menit ke-83 saat wasit mengesahkan gol yang dicetak oleh Imanuel Permenas Padwa. Keputusan ini pun langsung disambut protes keras oleh pemain-pemain Persisam.
"Bagaimana tidak protes, selain berbau off side, bola juga tidak masuk ke jala. Kami dari samping sangat jelas melihat kejadiannya," kata Agus saat dihubungi VIVAnews, Senin, 3 April 2010.
"Saya yang berada di pinggir lapangan mencoba menanyakan kepada asisten wasit, namun dia mengatakan keputusan ada pada wasit," tambah Agus.
Agus lantas mendekati wasit Jelly Elly yang kebetulan berada di pinggir lapangan. Namun Jelly justru tidak menanggapinya dan memilih berjalan ke tengah lapangan.
Merasa belum mendapat jawaban, Agus lantas memegang tangan pengadil lapangan itu. "Tapi saya tidak memukulnya," lanjut Agus.
Melihat protes yang dilancarkan timnya, Agus mengaku ofisial Persiwa mulai tersulut emosinya.
"Yang pertama masuk, manajer Persiwa, John Banua. Dia langsung memukul saya dan diikuti oleh ofisial Persiwa lainnya," kata Agus.
"Sebagai kapten, Danilo (Fernando) coba melerai, namun justru ikut dikeroyok juga," tambahnya.
Pengeroyokan menurut pengakuan Agus semakin meluas. Beberapa pemain yang coba melerai justru menjadi sasaran kemarahan ofisial dan pemain tuan rumah.
"Pemukulan ada di beberapa titik, namun yang paling parah adalah Choi Dong Soo. Dia dikeroyok kayak maling," lanjut Agus.
Kejadian baru berhenti setelah beberapa pihak keamanan turun tangan. Pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Persiwa dengan skor 1-0.
Beberapa pemain Persisam menurut Agus mengalami cedera akibat kejadian ini. Mereka adalah Jacques Joel Tsimi, Ronald Fagundez, Danilo Fernando, Choi Dong Soo, dan Panggah Madyantara.
Agus juga mengatakan akan melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib. "Kami sudah melakukan visum malam ini, namun hasilnya baru keluar Selasa. Kami akan bawa kasus ini ke muka hukum," kata Agus.
Meski demikian, Agus membantah kabar yang mengatakan bahwa suporter Persiwa juga terlibat dalam aksi pemukulan tersebut. Sebaliknya, dia menuding justru sebagain pemain Persiwa lah yang ikut memanaskan suasana.
"Suporter tidak ikut dalam kejadian ini. Saya melihat hanya ofisial dan pemain Persiwa yang melakukan pengeroyokan. Suporter Persiwa juga sepertinya sudah tidak simpatik lagi dengan timnya yang kerap mengalami kekalahan belakangan ini," pungkas Agus.
PP Bantah Ada Pemukulan
Sementara itu, Pengawas Pertandingan (PP), Abdul Maurice Tuguis membantah adanya pemukulan terhadap pemain dan ofisial Persisam. Menurutnya, secara umum pertandingan berjalan lancar meski sempat diwarnai aksi portes pemain Persisam.
"Saya tidak melihat adanya pemukulan. Yang ada, pertandingan sempat terhenti dua sampai tiga menit akibat protes yang dilancarkan oleh pemain Persisam. Secara umum, pertandingan berjalan lancar," katanya.
Saturday, April 3, 2010
Fantastik, Arema Bombardir Pelita Jaya 6 - 1

Bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 3 April 2010, Pelita Jaya harus mengakui keperkasaan Arema Indonesia. Tim Singo Edan sukses menaklukkan Pelita Jaya 6-1.
Enam gol Arema masing-masing diciptakan oleh Noh Alam Shah, Mochammad Fakhrudin dan Muhammad Ridhuan. Sedangkan satu gol hiburan Pelita dilesakkan oleh Gabriel Esteban Vizcarra.
Pesta gol Tim Singo Edan diawali lewat tandukan kepala Noh Alam menit ke-15 setelah menerima umpan silang dari Roman Chmelo.
Tidak butuh waktu lama Tim Singo Edan untuk menambah golnya. 10 menit kemudian, Aremania kembali bersorak setelah Fakhrudin menciptakan gol pada menit ke-25.
Memasuki menit akhir, lagi-lagi Noh Alam menambah satu gol lewat tandukannya menit ke- 43 setelah menerima umpan silang dari Esteban Gulien. Kedudukan 3-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Arema kembali melanjutkan pesta golnya. Baru bermain 5 menit setelah turun minum, Fakhruddin menambah golnya setelah mendapatkan umpan dari Ridhuan. 4-0 bagi Arema.
5 menit kemudian Stadion Kanjuruhan kembali bergemuruh setelah Noh Alam mencetak hat-trick. Penyerang asal Singapura itu menambah satu golnya menit ke-55. Kedudukan sementara 5-0 untuk Arema.
Tim tamu hanya mendapatkan 1 gol hiburan lewat tendang keras Esteban Vizcarra setelah menerima umpan dari Egi Melgiansyah pada pertengahan babak kedua.
Namun, memasuki menit akhir Arema kembali menambah pundi-pundi golnya lewat aksi Ridhuan setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Carlos Eduardo pada menit ke-89. Skor 6-1 terus bertahan sampai akhir pertandingan.
Dengan kemenangan itu, Arema tetap kokoh dipuncak klasemen dengan 57 poin . Sedangkan Pelita terus tertahan di zona degradasi dengan 27 poin.
Susunan pemain:
Arema Indonesia: Kurnia Meiga, Zulkifli, Piere Njanka, Irfan Raditya, Benny Wahyudi, Esteban Gulien, Ahmad Bustomi, M. Ridhuan, Roman chamelo, M. Fahrudin, Noh Alamsyah.
Pelita Jaya: I made wardhana, M. Ridwan, Eduardo, Johan Ibo, Supardi, Yuthajak, Dedi Kusnandar, Egi Melgiansyah, Esteban, S. Marwan, R. Barkaoui.a
Persebaya Main Imbang, Bonek Ngamuk

Kesal dengan hasil imbang yang diraih Persebaya Surabaya, sejumlah Bonek melempari wasit dan pemain sesaat selepas pertandingan melawan Persija Jakarta, Sabtu 3 April 2010. Sebab, dengan hasil imbang 0-0 yang terjadi di Stadion Gelora 10 Nopember itu, tim Bajul Ijo tertahan di peringkat 14 klasemen Liga Super Indonesia.
Untuk mencegah keributan lebih luas, petugas kepolisian mengeluarkan pendukung Persija lebih dulu. Sedangkan pendukung tuan rumah sengaja ditahan sementara di dalam stadion. Belum ada laporan korban luka atau kerugian harta benda dalam aksi anarkis itu.
Sebelum pertandingan babak kedua dimulai pun sudah terjadi kericuhan di depan Stadion. Saat beberapa Bonek yang tidak memiliki tiket memaksa masuk dengan mendorong mobil milik Polisi yang menjaga pertandingan hingga menyebabkan kejar-kejaran dengan petugas.
Di saat bersamaan, para petugas mencoba menghalau aksi bonek dengan pentungan. Namun, sama dengan aksi terakhir, kerusuhan ini ini tidak menyebabkan satu pun Bonek yang ditangkap.
Aroma kericuhan pasca pertandingan sebenarnya sudah tercium sejak pertandingan paruh kedua dimulai. Di mana tim Bajul Ijo dan Persija terlihat bermain 'aman' dan hanya sesekali menciptakan peluang. Akibatnya laga yang tadinya diprediksi akan berjalan panas itu malah terlihat membosankan.
Persipura Habisi Persiba 5 - 1

Meski diselimuti kelelahan setelah bermain dalam enam pertandingan di beberapa negara dalam tempo sebulan, tim Persipura Jayapura berhasil membungkam Bontang FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia, Sabtu 3 April 2010 di Stadion Mandala Jayapura.
Bermain dengan tempo sedang, pada babak pertama Persipura sudah unggul 2-0 melalui Bio Paulin dan Ortisan Solossa. Bio Paulin berhasil memperdayai kiper Bontang Sumardi, dengan sundulannya setelah lebih dulu memanfaatkan tendangan penjuru.
Unggul 1-0 Persipura tidak mengurangi tekanan, tim Mutiara Hitam terus menggedor pertahanan Bontang dari dua sayap. Pemain Bontang berupaya keluar dari tekanan, dengan mengandalkan serangan balik. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
Kerja sama Bio Paulin dan Jack Komboy di barisan pertahanan Persipura, dalam meredam serangan balik Bontang cukup baik. Malah pada akhir babak pertama, melalui sayap kanan pertahanan Bontang, Boaz Solossa melakukan tusukan.
Setelah memasuki area berbahaya, Boaz memberikan umpan matang kepada saudaranya Ortisan Solosa. Berdiri dengan bebas Ortisan menendang bola ke sudut kiri gawang Bontang. Gol kedua pun terjadi, Sumardi kembali memungut bola dari gawangnya.
Memasuki babak kedua, permainan masih dalam tempo sedang bahkan terkesan lamban. Namun pada menit awal, Persipura melakukan pergantiapemain, Edward Ivak dalam diganti. Menit kelima belas babak II lagi-lagi Bio Paulin mampu memanfatkan bola liar hasil tendangan sudut, ia kembali merobek gawang Bontang yang dikawal Sumardi.
Selang 2 menit kemudian melalui kerja sama yang apik. antara Albeto Gonsalves, Tinus Pae dan Boas Solosa, Persipura menambah gol melalui Boas Solosa. Pemain asal Korea Qu Ceng yang masuk menggantikan Edward Ivakdalam kembali membobol Bontang setelah mendapat matang dari Boaz Solossa.
Menit menit akhir Bontang berhasil memperkecil ketinggalan melalui kaki Satria Ferri. Hingga peluit panjang. Kedudukan 5-1 untuk Persipura.
Facebook Pusingkan Persib Bandung

Situs jejaring sosial kembali memunculkan masalah. Kali ini gantian Persib Bandung yang dipusingkan dengan status yang dipasang salah satu pengguna Facebook, Erza Rahmawan.
Pemuda yang foto profilnya terlihat masih berusia 20 tahunan itu memposting status yang menghina striker Persib, Christian 'El Loco' Gonzales.
Ezra kesal karena El Loco menciptakan dua gol ke jala tim kesayangannya. Tanpa menyebut jelas apa nama tim favoritnya, Ezra mempermasalahkan selebrasi gol El Loco yang bersujud. Belum cukup sampai di situ, Ezra yang kini mem-block profilnya juga menghina Persib dengan kata-kata kotor.
Atas hinaan ini, Persib mempertimbangkannya masuk ke meja hijau. Hal ini diungkapkan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Kuswara S. Taryono.
"Jika Persib ingin membawa ke ranah hukum, pasti konsentrasi akan terpecah karena masih menghadapi kompetisi. Saya harap semua pihak bisa menanggapi kasus ini dengan kepala dingin. Dan saya rasa diperlukan kosentrasi menghadapi masalah ini," ungkapnya di situs resmi Persib, Sabtu 3 April 2010.
Seperti layaknya status Facebook, kata-kata Ezra mendapat kecaman karena berbau SARA. Kini bahkan sudah ada akun tandingan yang bernama '1 juta Dukungan memerkarakan Erza Rahmawan'. Hingga saat ini anggotanya mencapai lebih dari 60 ribu orang.
Mereka pun tak mau kalah dengan memberi umpatan kesal pada Ezra menggunakan bahasa Sunda."Si Erza itu anak kemarin sore tapi udah belagu. An**ng Erza menghina orang sunda dan orang Bandung," demikian bunyi salah satu umpatan itu.
Namun PT PBB tetap meminta semua pihak tetap tenang. Pasalnya, ini dianggap sebagai bentuk provokasi. "Saat ini, yang harus dilakukan adalah memberikan dukungan penuh kepada tim Persib untuk meraih prestasi tertinggi di LSI. Biarkan kami di jajaran Komisaris PT PBB untuk membicarakannya," ujar Kuswara.
sumber : vivanews,













